Internist

Rating : Rate It:
 
 
Ronald    on Oct 14, 2011 Says :

thanks for uploading
Post a comment
    Post Comment on Twitter
Comments:  



  Notes
 
 
Slide 1 :
Slide 2 : PERBEDAAN KADAR TUMOR NECROTIZING FACTOR-a, INTERLEUKIN-6 DAN LEPTIN ANTARA PENDERITA PPOK USIA LANJUT DENGAN DAN TANPA KAHEKSIA Oleh: Ronald David Martua BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN RS DR HASAN SADIKIN BANDUNG 2011 2 Seminar KTA 2
Slide 3 : Latar Belakang 3
Slide 4 : Agusti, 2007 Manifestasi sistemik pada PPOK
Slide 5 : hipermetabolisme PPOK Mediator inflamasi ? LEPTIN ? Sesak, Perubahan metabolisme protein Asupan nutrisi berkurang Penggunaan energi saat istirahat meningkat Kaheksia Peningkatan upaya bernafas Atropi otot Hipoksia Kaheksia pada PPOK Dikutip dari Scholl , 2005 5
Slide 6 : Kaheksia TNF-a dan IL-6 Marker inflamasi Mengaktifkan NF-kB Leptin : Menekan nafsu makan dan Meningkatkan REE (resting energy expenditure) Terdapat hubungan antara TNF-a dan leptin pada inflamasi akut Akut PPOK Stabil ? Perbedaan kadar pada keadaan PPOK lanjut usia Stabil? 6 Morley tahun 2005 7 Broekhuizen tahun 2005 12 Finch tahun 2000, Zumbach tahun 1997
Slide 7 : Berbagai penelitian sebelumnya 7
Slide 8 : Usia lanjut PPOK Stabil TNF-a, IL-6 Kaheksia Non Kaheksia Leptin Bagan kerangka penelitian ? ?
Slide 9 : Premis 1 : PPOK usila jumlahnya semakin meningkat ? penyakit komorbid yang disebabkan dengan inflamasi sistemik .3-5 PREMIS Premis 3 : Inflamasi sistemik ?mekanisme utama kaheksia, beberapa penelitian terakhir ada yang meningkat, ada yang tidak meningkat. 6,7,12 Premis 2 : Kaheksia ? komorbid ? penurunan massa otot >> massa lemak dan dapat diperiksa dengan pengukuran lean mass index 6,9,38 9
Slide 10 : Premis 5 : Leptin ? berat badan normal /lebih ? mengatur massa tubuh ; berat badan rendah (kaheksia) kadarnya akan menurun ; usia lanjut kadarnya akan meningkat. 14-16,30 PREMIS Premis 7 : TNF-a pada keadaan inflamasi akut akan meningkatkan kadar leptin, pada inflamasi kronik belum tegas diketahui.10,13,18,19,50,51 10 Premis 4 : Kadar TNF-a dan IL-6 sebagai penanda inflamasi meningkat pada penderita PPOK. 5,11,35,45,47
Slide 11 : Terdapat perbedaaan kadar TNF-a, IL-6 dan Leptin antara penderita PPOK usia lanjut dengan keadaan kaheksia dan tanpa kaheksia (Premis 1-6) HIPOTESIS 11
Slide 12 : Berusia > 60 tahun PPOK dalam keadaan stabil (tidak sedang eksaserbasi) SUBJEK PENELITIAN KRITERIA EKSKLUSI KRITERIA INKLUSI Penyakit keganasan Penyakit infeksi kronik/akut Penyakit hati kronis Menggunakan kortikosteroid dlm 2 minggu terakhir PEMILIHAN SAMPEL consecutive sampling from admissions 12
Slide 13 : METODE PENELITIAN  Penelitian potong lintang dengan analitik numerik tidak berpasangan DEFINISI KONSEPSIONAL VARIABEL  Variabel terikat : Pasien PPOK usila dengan kaheksia dan tanpa kaheksia Variabel bebas : Kadar TNF-a, IL-6 dan Leptin 13
Slide 14 : UKURAN SAMPEL Penelitian ini bersifat analitik numerik tidak berpasangan Untuk taraf kepercayaan 95% dan 90%, Za dan Zß masing-masing sebesar 1,96 (5%) dan 1,28 (10%), dan besar standar deviasi gabungan adalah 407.6 39 n1=n2 = (1.96 + 1.44) 2 . 407,6 2 = 17 (16.1) 2 Ukuran sampel yang dibutuhkan untuk masing-masing kelompok adalah 17 orang. Prevalensi kakhesia 30-40% Ukuran sampel yang dibutuhkan adalah : = n = 17 P1 0.3 = 57 = 60 14
Slide 15 : 15 Hasil penelitian
Slide 16 : 16
Slide 17 : Karakteristik dasar
Slide 18 : Subjek Penelitian
Slide 19 : Kategori Umur P=0.643
Slide 20 : Perbandingan jenis kelamin P=0.101
Slide 21 : Penyakit Komorbid
Slide 22 : Spirometri dan Tes Reversibilitas Keterangan : FEV1 (Forced Expiratory Volume in 1 second), FEV1’ (FEV1 post bronkodilators), FVC’ (Forced Vital Capacity post bronkodilator)
Slide 23 : Pemeriksaan TNF-a, IL-6 dan Leptin
Slide 24 : Kadar TNF-a, IL-6 dan Leptin pada kelompok kaheksia dan non kaheksia
Slide 25 : Kadar TNF-a, IL-6 dan Leptin pada kelompok kaheksia dan non kaheksia
Slide 26 : Kadar TNF-a, Leptin dan IL-6 terhadap indeks massa tubuh IMT : indeks massa tubuh ; a:uji oneway anova, b:uji Kruskal wallis ; *p<0.05
Slide 27 : Tabel 4.5 Korelasi TNF-a, IL-6 dan Leptin pada kelompok kaheksia *. Korelasi bermakna pada p 0.05 (2-tailed).
Slide 28 : Gambar 4.2 Gambar korelasi TNF-a dan Leptin pada kelompok PPOK usia lanjut dengan kaheksia
Slide 29 : Kadar TNF-a, Leptin dan IL-6 terhadap usia a:uji oneway anova, b:uji Kruskal wallis
Slide 30 : Kadar TNF- a, IL-6 dan leptin terhadap jumlah penyakit komorbid
Slide 31 : Kurva ROC untuk TNF-a
Slide 32 : Uji hipotesis
Slide 33 : 33 Terdapat perbedaan kadar TNF-a, IL-6 dan leptin antara penderita PPOK usia lanjut dengan keadaan kaheksia dan tanpa kaheksia. Uji normalitas dengan test of normality shapiro-wilk Tidak berdistribusi normal Dilakukan Transformasi ? distribusi tetap tidak normal untuk kadar IL-6 dan Leptin Analisis multivariat dengan Mann whitney Keterbatasan perangkat
Slide 34 : Analisis dengan Bonferroni Inequality e = nilai p koreksi ; k = jumlah pemeriksaan ; a = nilai p terkecil Sehingga didapat hasil : e < 3 x 0.041 e < 0.123 34 e < k a
Slide 35 : Dengan menetapkan a = 0,05 dan berdasarkan perhitungan statistik Tidak terdapat perbedaaan kadar TNF-a, IL-6 dan leptin antara penderita PPOK usia lanjut dengan keadaan kaheksia dan tanpa kaheksia (p=0.123) Sehingga H0 diterima dan H1 ditolak 35
Slide 36 : Pembahasan
Slide 37 : Wagner, 2008 kakhesia memperburuk kondisi fungsi paru karena bekurang kemampuan kontraksi otot pernafasan Sin, 2007 kakhesia meningkatkan morbiditas dan mortalitas 37 PPOK usia lanjut dengan kakhesia Derajat PPOK yang lebih buruk dibandingkan kelompok non kakhesia
Slide 38 : Statistik : ukuran sampel mencukupi Shin dkk ?25 ; Tabatake dkk ? 30 Data karakteristik dasar : Tidak ada perbedaan Hasil tidak bermakna ? Dilihat satu persatu hubungan tiap pemeriksaan 38 Hipotesis : Tidak terdapat perbedaan kadar TNF-a, IL-6 dan leptin antara penderita PPOK usia lanjut dengan keadaan kaheksia dan tanpa kaheksia (p=0.123)
Slide 39 : Morley, 2005 Penderita PPOK kaheksia kadar TNF-a meningkat lebih tinggi dibandingkan PPOK non kaheksia Berbeda dengan penelitian Broekhuizen, 2005 39
Slide 40 : Waktu pengambilan sampel darah bervariasi mulai pukul 08.00-13.00 karena waktu datang partisipan sangat bervariasi. Tabatake,2000 Leptin memiliki ritme sirkardian ? pagi hari >> malam/siang hari 40 Kadar leptin pada penelitian ini ? distribusi tidak normal
Slide 41 : 41 Wang, 2008, : Karakas 2005 ? Sel adiposit ? untuk mengatur komposisi tubuh, Semakin rendahnya berat badan ? sel lemak juga semakin sedikit ? kadar leptin akan semakin rendah. Kadar leptin memiliki korelasi dengan peningkatan TNF-a pada kelompok kakhesia (P=0.023 r: 0.54) Kadar leptin tidak berbeda bermakna pada kelompok kakhesia dan non kakhesia
Slide 42 : Usia lanjut PPOK Stabil TNF-a, IL-6 Kaheksia Non Kaheksia Leptin ? ? ?
Slide 43 : 43 Finc , 2001 ? TNF-a akan meningkatkan kadar leptin melalui peningkatan reseptor leptin Tabatake ? TNF-a berhubungan dengan leptin pada keadaan kakhesia Pengaruh dari TNF-a ? kadar leptin,
Slide 44 : 44
Slide 45 : Newman, 2005 menyatakan sel & jaringan tubuh mengalami kerusakan seiring dengan penambahan usia. Agusti, 2007 ? inflamasi mekanisme berbagai penyakit komorbid pada PPOK Wang, 2008 ? semakin berat derajat berat penyakit semakin besar inflamasi yang ditimbulkan. Peningkatan tidak bermakna secara statistik 45 TNF-a dan leptin meningkat seiring dengan meningkatnya usia, jumlah penyakit komorbid & derajat berat PPOK.
Slide 46 : 46 Simpulan Simpulan Umum Tidak terdapat perbedaan kadar TNF-a, IL-6 dan kadar leptin antara penderita PPOK usia lanjut dengan keadaan kaheksia dan tanpa kaheksia.
Slide 47 : 47 Simpulan khusus 1 2
Slide 48 : 48 3 4 5
Slide 49 : 49 1 2 Saran Saran Ilmiah
Slide 50 : 50 1 2 Saran Praktis
Slide 51 : 51 Terima Kasih
Slide 52 : Tipe penelitian ini Kenapa simpulan bertentangan : Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar dari masing2 variabel bebas yaitu TNF-a, leptin, IL-6 terhadap variabel terikat yaitu kaheksia Namun tiap variabel ini tidak sepenuhnya bebas karena diambil dari subjek yang sama, sehingga untuk menghindari distorsi dari nilai a , atau kesalahan tipe 1 ? maka harus diuji secara multivariat. Dengan bisferoni ? didapat p koreksi 0.123 ? H1 ditolak Setelah itu masih bisa dilihat hubungan satu persatu dari tiap variabel untuk melihat apakah ada hubungan atau alasan mengapa hipotesis ditolak ? didapat hasil tnf-a bermakna. 52
Slide 53 : Kegunaan penelitian Penelitian ini untuk mengetahui mekanisme dasar terjadinya kaheksia pada PPOK ? dikaitkan dengan inflamasi sistemik dan leptin Penting karena PPOK diramalkan akan menjadi penyebab ketiga kematian diseluruh dunia Kaheksia meningkatkan kematian dan kesakitan Upaya untuk memperbaiki kaheksia ? gagal karena mekanisme belum jelas Kegunaan penelitian : mekanisme, diagnosa dini, dasar untuk penelitian untuk terapi kaheksia.
Slide 54 : Tipe penelitian ini Analitik multivariat Kompartif numerik Tidak berpasangan > 2 kelompok 54
Slide 55 : Statistik 2 Kelompok Distribusi normal : Uji T Dis tidak normal : Man Withney 3 kelompok atau lebih Distribusi normal : One way Anova Tidak normal : Kruskall willis 55
Slide 56 : Penyebab hipotesis ditolak Terdapat korelasi antara pemeriksaan : TNF-a berhubungan dengan leptin ? leptin tidak berbeda bermakna IL-6 : pada kaheksia kadarnya berkurang, karena tempat produksi yang berkurang Pengujian non parametrik 56
Slide 57 : Koefisien Determinan Nilai r = 0.548 koefisien determinan r2 = 0.300 = 30 % Artinya TNF-a dapat menjelaskan perubahan kadar leptin sebesar 30% pada penderita PPOK usila lanjut dengan kaheksia 57
Slide 58 : Transformasi data Dilakukan transformasi data Permasalahan data Terlalu besar variasinya, leptin (19.1-1329) IL-6 (0.9-904.8) Tidak ada data 0 Data skewed to right (positive) Transformasi dengan Logaritma (lg) Square root of each observasional Natural logaritma (ln) Hasil tetap tidak normal
Slide 59 : SYARAT PARAMETRIK Distribusi data diketahui. Data berdistibusi normal Sampel ditarik secara random Varians kelompok sama Jika skala pengukuran data interval dan rasio, maka statistik ? parametrik Skala pengukuran data nominal dan ordinal, maka statistik yang sesuai adalah statistik nonparametrik. 59
Slide 60 : Analisis statistik Uji komparasi 2 sampel bivariat Skala ordinal : kolmogorov smirmov Skala internal dan ratio dengan t test data tidak berpasangan Bila sebaran data normal ? uji t tidak berpasangan Bila sebaran data tidak normal ? uji mann whitney SPSS Statistical product and service solution 60
Slide 61 : UJi Non Parametrik: Uji Mann Whitney (U TEST) Uji Mann Whitney merupakan pengujian untuk mengetahui apakah ada perbedaan nyata antara rata-rata dua polulasi yang distribusinya sama, melalui dua sampel yang independen yang diambil dari kedua populasi. Data untuk uji Mann Whitney dikumpulkan dari dua sampel yang independen. Uji Wilcoxon Digunakan jika besar maupun arah perbedaan diperhatikan dalam menentukan apakah ada perbedaan nyata antara data pasangan yang diambil dari satu sampel atau sampel yang berhubungan. Uji ranking Spearman Koefisien korelasi urutan Spearman (Spearman rank correlation coefficient) mengukur kedekatan hubungan antara dua variabel ordinal. 61
Slide 62 : 62
Slide 63 : Pengukuran asosiasi mengenakan nilai numerik untuk mengetahui tingkatan asosiasi atau kekuatan hubungan antara variabel. Dua variabel dikatakan berasosiasi jika perilaku variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain. Jika tidak terjadi pengaruh, maka kedua variabel tersebut disebut independen. 63
Slide 64 : Korelasi bermanfaat untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel (kadang lebih dari dua variabel) dengan skala-skala tertentu, misalnya Pearson data harus berskala interval atau rasio; Spearman dan Kendal menggunakan skala ordinal; Chi Square menggunakan data nominal. Yang dimaksud dengan koefesien korelasi ialah suatu pengukuran statistik kovariasi atau asosiasi antara dua variabel. Jika koefesien korelasi diketemukan tidak sama dengan nol (0), maka terdapat ketergantungan antara dua variabel tersebut. Jika  koefesien korelasi diketemukan +1. maka hubungan tersebut disebut sebagai korelasi sempurna atau hubungan linear sempurna dengan kemiringan (slope) positif. 64
Slide 65 : Penelitian IL-6 dan kakhesia lain Van Helvoort HA, Heijdra 2006 ? IL-6 meningkat sedikit pada penderita PPOK dengan kakhesia Percobaan di tikus ? Il-6 memodulasi kejadian kakhesia pada tikus 65
Slide 66 : IL-6 sebagai myokine Pedersen 2007 ? pada aktivitas fisik kadar IL-6 ditemukan naik bermakna Aktivitas fisik meningkatkan reseptor dari IL-6 Pada percobaan murine dan tikus, diberi sel tumor pada hari ke-5 dan 28 semakin berat badan turun semakin tinggi IL-6 66
Slide 67 : Bagaimana bila kadar leptin ternyata naik pada kakhesia, apakah yakin karena usia tua atau inflamasi nya? Pada penelitian ini, terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar leptin : Keadaan kakhesia yang akan menurunkan kadar leptin, karena massa lemaknya yang rendah Peningkatan kadar inflamasi sistemik pada PPOK, diyakini oleh peneliti akan meningkatkan kadar leptin Usia tua sendiri akan meningkatkan kadar leptin akibat komposisi tubuh dominan lemak. Karena penelitian ini memliki populasi yang seragam yaitu usia tua, maka diharapakan akan dapat menlihat hubungan antara inflamasi sistemik dengan peningkatan leptin dalam PPOK dengan kakhesia 67
Slide 68 : Komponen latar belakang M (masalah) dan D (dampak) PPOK tahun 2020 akan menjadi penyebab kematian ketiga MS (masalah spesifik) Komorbiditas adalah penyebab terjadinya peningkatan tadi E (elaborasi), apa saja yang sudah diketahui Inflamasi sistemik dasar terjadinya kakhesia K (kesenjangan) Terdapat perbedaan penelitian ? membuka untuk mekanisme lain penyebab kakhesia 68
Slide 69 : Pertanyaan utama : Penelitian akan menjawab dengan konklusif, hasilnya dapat disimpulkan dan digeneralisasi Menjadi dasar perhitungan sampel Pertanyaan tambahan : Penelitian tidak akan dapat menjawab dengan konklusif Tidak menjadi perhitungan besar sample Hasil menjadi data dasar penelitian selanjutnya 69
Slide 70 : Kakhesia berbeda dengan keadaan berat badan rendah Kakhesia didapatkan kehilangan otot yang lebih dominan dibandingkan kehilangan massa lemak. Kadar leptin yang tidak berbeda bermakna antara kakhesia vs non kakhesia, walaupun pada kelompok non kakhesia ini terdapat 5 partisipan yang tergolong obesitas (IMT>30). Pengaruh yang cukup kuat dari TNF-a yang mengakibatkan peningkatan kadar leptin, Terdapat hubungan yang positif dengan kekuatan sedang peningkatan kadar TNF-a terhadap peningkatan kadar leptin pada kelompok kakhesia (p=0.023 r=0.56) 70
Slide 71 : Kenapa dibedakan lagi atas BMI Karena setelah didapatkan data kakhesia dan non kakhesia tidak didapatkan perbedaan bermakna Setelah dibagi atas BMI ? perbedaannya jadi bermakna Dasar dibagi atas 3 kelompok : karena BMI > 30 hanya sedikit, hanya 5 orang 71
Slide 72 : Korelasi merupakan teknik analisis yang  termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures of association). Pengukuran asosiasi   merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Diantara sekian banyak teknik-teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan Korelasi Rank Spearman. Selain kedua teknik tersebut, terdapat pula teknik-teknik korelasi lain, seperti Kendal, Chi-Square, Phi Coefficient, Goodman-Kruskal, Somer, dan Wilson. 72
Slide 73 : Pengukuran asosiasi mengenakan nilai numerik untuk mengetahui tingkatan asosiasi atau kekuatan hubungan antara variabel. Dua variabel dikatakan berasosiasi jika perilaku variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain. Jika tidak terjadi pengaruh, maka kedua variabel tersebut disebut independen. 73

 



Related  Most Viewed

More By User

Flag as inappropriate

Free Medical Powerpoint Templates
Add as Friend Ronald David M     7 Months ago.

Category: Internal Medicine
Tags:
Embed:
675 Views, 0 favourite
PowerPoint Presentation on Internist





Featured | Myworld | Browse | Patients | Popular | Latest | Tags | Conferences | Contact | Feedback | About Us | FAQ | RSS

Powerpoint Templates

Animated Powerpoint Templates | Business Powerpoint Templates | Education PPT |Mac PPT | Medical Powerpoint Templates |Powerpoint Maps | Technology PPT

copyright © www.SlideWorld.org