morbus hansen


×
Rating : Rate It:
 
Post a comment
    Post Comment on Twitter
Comments:  



  Notes
 
 
1 : REFERAT MORBUS HANSEN Disusun oleh:   Wafa Azwaruddin Nur (2051210053) Pembimbing: dr. Katje Sitanaya, Sp. KK 1
2 : Definisi Istilah kusta berasal dari bahasa sansekerta, yakni kustha berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Kusta merupakan penyakit infeksi yang kronik dan penyebab ialah Mycobacterium leprae yang bersifat intraselular obligat. 2
3 : Etiologi Kuman penyebabnya adalah Mycobacterium leprae yang ditemukan oleh G. A. Hansen padatahun 1874 di Norwegia. 3
4 : Bentuk basil Ukuran 3-8 Um x 0,5 Um Tahan asam dan dan  alcohol Gram positif.   Belum dapat dibiakkan dalam media artifisial. replikasi memerlukan waktu yang sangat lama yaitu 2-21 hari. 4
5 : Klasifikasi Madrid Klasifikasi Madrid Tipe indeterminate Tipe tuberkuloid Tipe lepromatosa Tipe borderline (dimorphous) 5
6 : Klasifikasi Ridley & Jopling Tipe polar tuberkuloid (TT) Tipe borderline tuberkuloid (BT) Tipe mid borderline lepromatous (BL) Tipe polar lepromatous (LL) 6
7 : Klasifikasi WHO 1.Tipe Pause - Basiler (PB) 2.Tipe Multi - Basiler (MB) 7
8 : Patogenesis Pengaruh M. leprae terhadap kulit bergantung pd imunitas seseorang. Proteksi awal melalui mekanisme imunitas non-spesifik dg fagositosis o/makrofag. Bila gagal, berlanjut mekanisme imunitas spesifik. Pada kusta tipe TT kemampuan fungsi sistem imunitas selular tinggi. Pada kusta tipe LL terjadi kelumpuhan sistem imunitas selular. Kusta
9 : PB GAMBARAN KLINIS 9 Morbus Hansen (Kusta)
10 : TT Makula atau makula dibatasi infiltrat, terlokalisasi simetris, kering, berskuama, sensibilitas hilang, tes Lepromin 3+, BTA -. 10 Morbus Hansen (Kusta) (Klaus Wolff et al, 2008)
11 : BT Makula dibatasi infiltrat, kering, berskuama, beberapa, ada lesi satelit, sensibilitas hilang, tes Lepromin 2+, BTA-. 11 Morbus Hansen (Kusta) (Klaus Wolff et al, 2008)
12 : MB GAMBARAN KLINIS 12 Morbus Hansen (Kusta)
13 : LL Makula, infiltrate difus, papul, nodus Permukaan halus mengkilap Tidak ada kulit yang sehat Sensibilitas normal BTA : banyak Tes Lepromin - 13 Morbus Hansen (Kusta) (Klaus Wolff et al, 2008)
14 : BL Makula, plak, papul, halus berkilap Sensibilitas sedikit ? Kulit sehat masih ada BTA kulit banyak, BTA hidung – Tes Lepromin- 14 Morbus Hansen (Kusta) (Klaus Wolff et al, 2008)
15 : BB Khas ! PUNCHED-OUT LESION 15 Morbus Hansen (Kusta) (Klaus Wolff et al, 2008)
16 : Kriteria Diagnosis Ditemukan satu atau lebih TANDA KARDINAL : Bercak kulit yang mati rasa Penebalan nervus perifer Ditemukan M. Leprae (BTA) 16
17 : Gambaran Klinis Tanda penyakit kusta masih aktif Kulit: lesi membesar, jumlah bertambah, ulserasi, eritematosa, infiltrate atau nodus. Saraf: nyeri, gangguan fungsi bertambah, jumlah saraf yang terkena bertambah Tanda sisa penyakit kusta Kulit: atrofi, keriput, non-repigmentasi dan bulu hilang Saraf: mati rasa persisten, paralisis, kontraktur dan atrofi otot Kusta
18 : Pemeriksaan Pasien 1.Inspeksi 2.Palpasi : - kelainan kulit - kelainan saraf : N. auricularis magnus, N.ulnaris, N. peroneus 3. Tes fungsi saraf: a. sensoris :raba,nyeri,suhu b. Tes otonom :tes Gunawan c. tes motoris 18
19 : Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan bakterioskopik ( kerokan jaringan kulit) kerokan jaringan kulit/kerokan mukosa hidung -> Ziehl-Neelsen -> (BTA) 19
20 : ZN: BTA dlm sel lepra (mononuklear/epitheloid) 20
21 : Pemeriksaan Penunjang 21 2. Skin test : tes lepromin 3. Pemeriksaan histopatologik SIS yang tinggi: makrofag -> fagosit M.leprae SIS rendah: sel Virchow atau sel lepra atau sel busa.
22 : Pemeriksaan Penunjang 4. Pemeriksaan serologik Uji MLPA ( Mycobacterium Leprae Particle Aglutination) Uji ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) ML dipstick test 5. Pemeriksaan PCR( Polimerase chain reaction) 22
23 : Indeks bakteri (I.B): Untuk menentukan klasifikasi penyakit Lepra, dengan melihat kepadatan BTA tanpa melihat kuman hidup (solid) atau mati (fragmented/ granular) Indeks Bakteri (I.B) 23
24 : Tes Lepromin Tujuan : Melihat Daya Imunitas Pasien Terhadap Penyakit Kusta Tes Mitsuda Tes Fernandez
25 : Indeks Morfologi (IM) Fungsi: Untuk melihat keberhasilan terapi Untuk melihat resistensi kuman BTA Untuk melihat infeksiositas penyakit 25
:

 

Add as Friend By : wafa azwar
Added On : 1 Years ago.
morbus hansen lepra
Views 949 | Favourite 0 | Total Upload :1

Embed Code:

Flag as inappropriate


Related  Most Viewed



Free Powerpoint Templates



 



Medical PowerPoint Templates | Powerpoint Templates | Tags | Contact | About Us | Privacy | FAQ | Blog

© Slideworld